Rabu, 13 Maret 2013
On 21.30 by Unknown in ISD No comments
KERAGAMAN BUDAYA
DAERAH
Nama : Triesna
juhari
Npm :18112290
Kelas : 1 KA 19
DAFTAR ISI
Daftar Isi
………………………………………………………………………….. i
Bab I Pendahuluan
I.1 Latarbelakang
……………………………………………………...………..
I.2 Keunggulan dan Fungsi Produksi
…………………………………………..
I.3 Sasaran Pasar / Pengguna
…………………………………………..………
Bab II
II.1 Budaya
Lampung Seni Kebudayaan Daerah Bandar Lampung …………….……
II.2 Rumah Adat
Lampung ………………………………………………………..
II.3 Bahasa
Daerah Lampung…….………………………………………………….
Bab III
III.1 Mengenal
Tradisional Lampung ………………….………………………….
III.2 Ciri khas
Tradisional Lampung……………………………………………………………………………
III.3 Pakaian
Adat tradisional Daerah Lampung ………………………………………………………..
Bab1
Pendahuluan
I.1
LATARBELAKANG
Makalah ini
membahas tentang Kebudayaan dari daerah Bandar Lampung, kita membahas tentang
seni kebudayaan , pakaian adat, rumah adat, seni music dan tari adat Lampung
I.2
KEUNGGULAN DAN FUNGSI PRODUKSI
Keunggullan adalah
biaya pembuatan nya lebih murah dan proses pembuatannya relative singkat, dan
mengenal kebudayan dari Daerah Bandar Lampung
I.3 SASARAN
PASAR / PENGGUNA
Ditujukan
untuk Mahasiswa/wi Dan untuk semua
kalangan
Bab II
II.1 Budaya Lampung Seni Kebudayaan Daerah Bandar Lampung
Propinsi
Lampung terletak di pulau Sumatera Indonesia. Lampung memiliki keanekaragaman
seni dan budaya menjadi bagian kekayaan kebudayaan Indonesia
Selain
?memiliki potensi wisata Budaya seperti misalnya Kampung Tua di Sukau, Liwa,
Kembang,Batu Brak, Kenali, Ranau dan Krui di lampung barat serta Festival
Sekura yang di adakan dalam seminggu setelah Idul Fitri di Lampung Barat,
Festival Krakatau di Bandar La,pung, Festival Teluk Stabas DiLampung, Festival
Teluk Stabas di Lampung Barat, Festival Way Kambas di Lampung Timur, Propinsi
Lampung juga telah di kenal menjadi tempat yang subur untuk pertumbuhan dunia
seni dan budaya.
II.2 Rumah Adat Lampung
Rumah tradisional atau rumah adat
yang berasal dari Lampung mempunyain kekhasan seperti rumah berbentuk panggung,
atapnya terbuat dari anyaman ilalang, lebih banyak dari unsure kayu dikarenakan
untuk menghindari serangan hewan dan lebih kokoh bila terjadi gemba bumi. Hal
ini menjadikan kelebihan tersendiri dari rumah adat Lampung karena masyarakat
lampung telah mengenal gempa dari jaman dahulu dan lampung terletak di
pertemuan lempeng Asia dan Australia rumah ini disebut rumah SESAT .
II.3 Bahasa Daerah Lampung
Dalam kehidupan sehari hari masyarakat daerah Lampung yang plural
menggunakan bahasa untuk berkomunikasi sehari-harinya, ada yang menggunakan
bahasa Indonesia, Jawa, Sunda. Bahasa Bali, bahasa Minang dan bahasa setempat
yang di sebut dengan bahasa Lampung.
Bahasa daerah Lampung di bagi dua bagian yaitu dialek A (API) dan
O(nyo), dua dialek ini di pakai orang Lampung A untuk daerah pesisir dan O
untuk daerah tengah, Namun sayangnya karena minim nya masyarakat Lampung yang menggunakan bahasa sendiri, bahasa seharusnya menjadi budaya
Lampung ini kian tenggelam diantara bahasa-bahasa lain, seperti bahasa
pendatang dari pulau jawa. Disamping hal tersebut pihak pemerintah juga kurang
begitu memperhatikan bahasa daerah Lampung, instansi pendidikan, dan kebanyakan
orang tua yang ada di Lampung juga enggan berbicara bahasa daerah Lampung
kepada anak-anak mereka.
II.4 Seni Musik dan Seni Tari Lampung
Propinsi
Lampung memiliki beraneka ragam jenis music dan tari, mulai dari jenis
tradisional hinggal modern. Salah satu jenis music daerah Lampung yang masih
bertahan sampai sekarang adalah Klasik Lampung. Sementara untuk Jenis tarian
yang menjadi asset budaya Provinsi Lampung adalah tari Sembah dan Tari
Melinting (saat ni nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Penguten)
Bab III
III.1 Mengenal Tradisional
Lampung
Mengenal pakaian tradisional adat Lampung. Lampung merupakan Satu
provinsi yang berada paling selatan di Pulau Sumatera. Provinsi Lampung telah
lama dikenal sebagai daerah penghasil kain tapis , yaitu semacam kain tenun
yang bersulam benang emas. Dari kain inilah biasanya tercipta pakaian adat
Lampung yang sangat indah. Pada saat ada upacara ada di Lampung, misalnya acara
perkawinan, kain tapis yang di penuhi dengan sulaman benang emas dan bermotif
yang sangat indah adalah bagian kelengkapan untuk busanan adat daerah Lampung.
III.2 Ciri khas Tradisional Lampung
Merupakan
kekayaan dari Busana Adat Indonesia yang sangat indah. Tidak hannya budaya
Lampung saja yang memiliki cirri khas dan keunikan darai keaneka ragaman Budaya
Indonesia, tempat wisata Lampung juga menawarkan keindahan, Jika suatu saat
Anda berlibur dan mencari Objek Wisata Lampung, andda dapat melihat Wisata
Budata yang di beberapa daerah lampung seperti Festical Sekura yang diadakan
dalam seminggu sehabis Idul Fitri di
Lampung Barat, kemudian ada Festival Krakatau yang ada di Bandar Lampung, serta Festival Way Kambas di Lampung
Timur.
III.3 Pakaian Adat tradisional Daerah Lampung
Untuk
Busana ada kesahariannya laki-laki Lampung akan mengikat kepalanya dengtan
menggunakan kikat. Bahan kikat ini terbuat dari kain batik. Juka di kenakan
dalam kerapatan adat akan di pandukan dengan pakaian tluk belangga serta kain,
Kalau buat mmengiring pengantin akan
dikenakan kekat akin, semacam destar yang pada bagian tepinya di hiaskan siger,
dan pada salah satu sudutnya ada sulaman benang emas yang berupa tanjung atau
bunga cengkeh.
Untuk
pakaian Keseharian Wanita Lampung mengenakan kanduk/kakambut yaitu berupa
kudung untuk penutup kepala dengan cara dililitkan. Bahan kanduk atau kakambut
ini terbuat dari kain halus yang tipis atau dari bahan sutera . Lawan kurung di
pakai sebagai badan dan bentuknya menyerupai Baju kurung, Busana ini dibuat
dengan menggunakan bahan tipis ataupun kain sutra dan pada bagian tepi muka dan
bagian lengan umumnya dihiasi dengan rajutan renda yang halus.
Kalau
buat menghadiri acara upacara adat, seperti misalnya saat upacara perkawinan
Kaum Wanita, baik ituh untuk yang gadis ataupun buat yang sudah menikan akan
menyanggil Rambut nya (belatung buwok). Cara menyanggul rambut model belatung
buwok ini di butuhkan rambut tambahan untuk melilit rambut asli dengan memakai
bantuan rajutan benang berwarna hitam halus. Selanjutnya rajutan tadi dtusuk
dengan menggunakan bunga kawat yang bias bergerak-gerak atau disebut dengan
kembang goyang
.
Kesimpulan
Dari hasil observasi dan berbagai informasi yang diperoleh
penulis maka dapat dikembangkan hasil laporan dan dapat disimpulkan bahwa:
-
Lestarikan bahasa
daerah dan budaya bangsa Indonesia
Daftar Pustaka
http://indonesia-liek.blogspot.com
Kamis, 10 Januari 2013
On 22.55 by Unknown in ISD No comments
NPM : 18112290
NAMA : Triesna juhari
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANGManusia adalah sosok makhluk ciptaan tuhan yang hakikatnya diciptakan tidak bisa hidup sendiri, manusia membutuhkan manusia yang lain untuk bisa hidup, bahkan untuk urusan yang sekecil apapun, oleh karena itu manusia disebut juga sebagai makhluk sosial.
Seorang manusia perlu melakukan sosialisasi yang baik dan benar terhadap lingkungannya, agar masyarakat dalam lingkungan tersebut dapat lebih mudah untuk menerima atas kehadirannya dengan baik.
Pendidikan merupakan tiang dari generasi penerus bangsa. Maka dari itu Setiap generasi penerus bangsa harus di perkenalkan dengan ilmu social dasar, dan output dari perkenalan tersebut di harapkan setiap generasi penerus dapat merasakan dampak positif dari ilmu sosialissasi bagi pendidikan tersebut.
Ilmu pendidikan termasuk sebagai salah satu ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan ISD ( Ilmu Sosial Dasar). Oleh karena itu, dalam makalah ini akan membahas dan menguraikan tentang ilmu sosial dasar dalam pendidikan.
1.2. Rumusan masalah:· Apakah Manfaat social dasar dalam pendidikan
· Apakah Dampak dari tidak adanya ilmu social dasar dalam pendidikan.
· Bagaimana peranan social dasar dalam pendidikan.
1.3. Tujuan:• Mempelajari tentang ilmu social dasar dalam pendidikan
• Mempelajari Fungsi dan Peranan ilmu social dasar dalam pendidikan
• Mendalami hal-hal tersebut pada diri kita sendiri
• Memberikan motivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik
1.4. RangkumanManusia adalah sosok makhluk ciptaan tuhan yang hakikatnya diciptakan tidak bisa hidup sendiri, manusia membutuhkan manusia yang lain untuk bisa hidup, bahkan untuk urusan yang sekecil apapun, oleh karena itu manusia disebut juga sebagai makhluk sosial.
Seorang manusia perlu melakukan sosialisasi yang baik dan benar terhadap lingkungannya, agar masyarakat dalam lingkungan tersebut dapat lebih mudah untuk menerima atas kehadirannya dengan baik.
Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kemajuan bangsa Indonesia. Di samping itu pendidikan sangat memegang peranan penting dalam proses bersosialisasi. Dimana ada timbale balik antara proses social dengan pendidikan, yang pada nantinya di pakai pada kehidupan sehari-hari pada masyarakat, dan berguna di lingkungan masyarakat itu sendiri.
Seorang manusia perlu melakukan sosialisasi yang baik dan benar terhadap lingkungannya, agar masyarakat dalam lingkungan tersebut dapat lebih mudah untuk menerima atas kehadirannya dengan baik.
Pendidikan merupakan tiang dari generasi penerus bangsa. Maka dari itu Setiap generasi penerus bangsa harus di perkenalkan dengan ilmu social dasar, dan output dari perkenalan tersebut di harapkan setiap generasi penerus dapat merasakan dampak positif dari ilmu sosialissasi bagi pendidikan tersebut.
Ilmu pendidikan termasuk sebagai salah satu ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan ISD ( Ilmu Sosial Dasar). Oleh karena itu, dalam makalah ini akan membahas dan menguraikan tentang ilmu sosial dasar dalam pendidikan.
1.2. Rumusan masalah:· Apakah Manfaat social dasar dalam pendidikan
· Apakah Dampak dari tidak adanya ilmu social dasar dalam pendidikan.
· Bagaimana peranan social dasar dalam pendidikan.
1.3. Tujuan:• Mempelajari tentang ilmu social dasar dalam pendidikan
• Mempelajari Fungsi dan Peranan ilmu social dasar dalam pendidikan
• Mendalami hal-hal tersebut pada diri kita sendiri
• Memberikan motivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik
1.4. RangkumanManusia adalah sosok makhluk ciptaan tuhan yang hakikatnya diciptakan tidak bisa hidup sendiri, manusia membutuhkan manusia yang lain untuk bisa hidup, bahkan untuk urusan yang sekecil apapun, oleh karena itu manusia disebut juga sebagai makhluk sosial.
Seorang manusia perlu melakukan sosialisasi yang baik dan benar terhadap lingkungannya, agar masyarakat dalam lingkungan tersebut dapat lebih mudah untuk menerima atas kehadirannya dengan baik.
Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kemajuan bangsa Indonesia. Di samping itu pendidikan sangat memegang peranan penting dalam proses bersosialisasi. Dimana ada timbale balik antara proses social dengan pendidikan, yang pada nantinya di pakai pada kehidupan sehari-hari pada masyarakat, dan berguna di lingkungan masyarakat itu sendiri.
BAB II
ISI
ISI
1.1. Ilmu Sosial Dasar dalam Pendidikan
Filsafat dan tujuan pendidikan Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita
masyarakat. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan, mau dibawa kemana pendidikan anak. Dengan kata lain, filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan, prinsip-prinsip pembelajaran, serta pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri.
sosial budaya dan agama tidaklah terlepas dari kehidupan kita. Keadaan sosial budayalah yang sangat berpengaruh pada diri manusia, khususnya sebagai peserta didik. Sikap atau tingkah laku seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi sosial yang membuat sseeorang untuk bertingkah laku yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar. Agama yang membatasi tingkah laku kita juga sangat besar pengaruhnya dalam membuat suatu kurikulum.
masyarakat. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan, mau dibawa kemana pendidikan anak. Dengan kata lain, filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan, prinsip-prinsip pembelajaran, serta pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia, maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri.
sosial budaya dan agama tidaklah terlepas dari kehidupan kita. Keadaan sosial budayalah yang sangat berpengaruh pada diri manusia, khususnya sebagai peserta didik. Sikap atau tingkah laku seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi sosial yang membuat sseeorang untuk bertingkah laku yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar. Agama yang membatasi tingkah laku kita juga sangat besar pengaruhnya dalam membuat suatu kurikulum.
1.2. Tujuan pokok ilmu social dasar dalam pendidikanTujuan umum diselenggarakannya pendidikan Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam.
Selain itu untuk memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan social dan masalah social yang ada dalam masyarakat.
Selain itu untuk memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan social dan masalah social yang ada dalam masyarakat.
1.3.Fakta permasalahan social yang terdapat di masyarakatMasalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi benterokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
1.4.KesimpulanDunia pendidikan adalah dunia dimana penerus generasi bangsa berkembang dan mencari jati diri dari dirinya sendiri, dalam hal ini sangan penting namun harus tetap pada kaidah dan prilaku social yang normal di masyarakat, maka dari itu diperlukannya ilmu social dasar dalam masyarakat untuk menumbuh kembangkan pengetahuan mengenai ilmu social dasar dalam masyarakat sehingga penerapan proses tepat sasaran dalam kehidupan bersosialisasi.
1.5.DAFTAR PUSTAKAhttp://ebookbrowse.com/makalah-pengajaran-nilai-nilai-dalam-pendidikan-ilu-ilmu-sosial-pdf-d337750458
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-6-ilmu-sosial-dasar-dalam-sosiologi/
http://www.anakciremai.com/2009/02/makalah-ilmu-pendidikan-tentang-sistem.html
http://carideny.blogspot.com/2012/03/ringkasan-ilmu-sosial-dasar.html
http://albar10.wordpress.com/2011/03/21/makalah-ilmu-sosial-dasar/
http://claudialfeline.blogspot.com/2012/01/rangkuman-ilmu-sosial-dasar.html
http://carideny.blogspot.com/2012/03/ringkasan-ilmu-sosial-dasar.html
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-6-ilmu-sosial-dasar-dalam-sosiologi/
http://tugasteknikmesin.blogspot.com/2011/12/masalah-masalah-sosial-yang-ada-dalam.html
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-6-ilmu-sosial-dasar-dalam-sosiologi/
http://www.anakciremai.com/2009/02/makalah-ilmu-pendidikan-tentang-sistem.html
http://carideny.blogspot.com/2012/03/ringkasan-ilmu-sosial-dasar.html
http://albar10.wordpress.com/2011/03/21/makalah-ilmu-sosial-dasar/
http://claudialfeline.blogspot.com/2012/01/rangkuman-ilmu-sosial-dasar.html
http://carideny.blogspot.com/2012/03/ringkasan-ilmu-sosial-dasar.html
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-6-ilmu-sosial-dasar-dalam-sosiologi/
http://tugasteknikmesin.blogspot.com/2011/12/masalah-masalah-sosial-yang-ada-dalam.html
On 21.02 by Unknown in ISD No comments
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANGIlmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah masalah sosial khususnya yang diwudkan oleh masyarakat indonesia dengan menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmu sosial seperti: Sejarah, ekonomi, geografi sosial, Sosiologi, antropologi, pisikologi sosial.
Psikologi dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
Psikologi dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
1.2. Rumusan masalah:· Apakah Manfaat social dasar dalam bidang psikologi
· Apakah Dampak dari tidak adanya ilmu social dasar dalam psikologi
· Bagaimana peranan social dasar dalam psikologi
1.3. Tujuan:• Mempelajari tentang ilmu social dasar dalam psikologi
• Mempelajari Fungsi dan Peranan ilmu social dasar dalam psikologi
• Mendalami hal-hal tersebut pada diri kita sendiri
• Memberikan motivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik
· Apakah Dampak dari tidak adanya ilmu social dasar dalam psikologi
· Bagaimana peranan social dasar dalam psikologi
1.3. Tujuan:• Mempelajari tentang ilmu social dasar dalam psikologi
• Mempelajari Fungsi dan Peranan ilmu social dasar dalam psikologi
• Mendalami hal-hal tersebut pada diri kita sendiri
• Memberikan motivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik
1.4. Rangkuman
Psikologi sosial sebagai ilmu yang merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubunganya dengan situasi-situasi social, seperti situasi kelompok, situasi massa dan sebagainya termasuk di dalamnya interaksi antara orang dan hasil kebudayaanya.
Psikologi sosial juga merupakan suatu ilmu pengetahuan baru dalam abad modern. Ilmu ini mulai di rintis pada tahun 1930 di amerika serikat dan kemudian juga di Negara-negara lain. Sebagai displin ilmu yang relatif baru dakam perkembangannya ia banyak menggunakan materi-materi yang sudah tersedia dalam disiplin ilmu sosial lainya, seperti dari sosiologi dan antropologi misalnya konsep-konsep tentang norma,struktur social dan peran adalah konsep yang di ambil dari disiplin ilmu yang sudah lebih dahulu berkembang. Pegkajian psikologi social dan ruang lingkupnya akan dapat memberi gambaran tentang apa pengertian psikologi sosial dan apa saja yang menjadi objek dalam studinya. Mempelajari modul Psikologi Sosial dan Ruag Lingkupnya merupakan pangkal otak untuk mengetahui lebih lanjut tentang prinsip-prinsip maupun proses yang tingkah laku seseorang sebagai mahluk sosial.
Psikologi sosial juga merupakan suatu ilmu pengetahuan baru dalam abad modern. Ilmu ini mulai di rintis pada tahun 1930 di amerika serikat dan kemudian juga di Negara-negara lain. Sebagai displin ilmu yang relatif baru dakam perkembangannya ia banyak menggunakan materi-materi yang sudah tersedia dalam disiplin ilmu sosial lainya, seperti dari sosiologi dan antropologi misalnya konsep-konsep tentang norma,struktur social dan peran adalah konsep yang di ambil dari disiplin ilmu yang sudah lebih dahulu berkembang. Pegkajian psikologi social dan ruang lingkupnya akan dapat memberi gambaran tentang apa pengertian psikologi sosial dan apa saja yang menjadi objek dalam studinya. Mempelajari modul Psikologi Sosial dan Ruag Lingkupnya merupakan pangkal otak untuk mengetahui lebih lanjut tentang prinsip-prinsip maupun proses yang tingkah laku seseorang sebagai mahluk sosial.
BAB II
ISI
ISI
1.1. Ilmu Sosial Dasar dalam bidang psikologi
Psikologi sosial merupakan cabang ilmu dari psikologi yang baru muncul dan diperkenalkan pada tahun 1930. Objek material dari psikologi sosial adalah fakta – fakta, gejala – gejala serta kejadian – kejadian dalam kehidupan sosial manusia. Sekilas ternyata objek psikologi sosial mirip dengan ilmu sosiolgi dan bila digambarkan sebenarnya psikologi sosial adalah merupakan pertemuan irisan antara ilmu psikologi dan ilmu sosilogi.
Ada berbagai macam definisi psikologi sosial antara lain :
Ada berbagai macam definisi psikologi sosial antara lain :
-Psikologi sosial adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia ( Hubert Bonner )
-Ilmu yang memepelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatu masyarakat ( AM
Chorus )
-Ilmu yang mempelajari Segi-segi psikologi tingkah laku manusia yang dipengarui interaks
social
-Social psychology is the scientific study how people think about, influence, and relato t
another ( Myers : 1983 )
-Psikologi sosial adalah studi alami tentang sebab-sebab dari perlaku sosial manusia (
Michener Delamater : 1999 )
-Gordon Allport ( 1968 ) menjelaskan bahwa seorang boleh disebut sebagai psikolog social
jika dia “berupaya memahami, menjelaskan, dan memprediksi bagaimana pikiran, perasaan,
dan tindakan individu-individu dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan tindakan – tindaka
orang lain yang dilihatnya, atau bahkan hanya dibayangkannya”
-Ilmu yang memepelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatu masyarakat ( AM
Chorus )
-Ilmu yang mempelajari Segi-segi psikologi tingkah laku manusia yang dipengarui interaks
social
-Social psychology is the scientific study how people think about, influence, and relato t
another ( Myers : 1983 )
-Psikologi sosial adalah studi alami tentang sebab-sebab dari perlaku sosial manusia (
Michener Delamater : 1999 )
-Gordon Allport ( 1968 ) menjelaskan bahwa seorang boleh disebut sebagai psikolog social
jika dia “berupaya memahami, menjelaskan, dan memprediksi bagaimana pikiran, perasaan,
dan tindakan individu-individu dipengaruhi oleh pikiran, perasaan, dan tindakan – tindaka
orang lain yang dilihatnya, atau bahkan hanya dibayangkannya”
1.2. Kajian ilmu social dasar dalam psikologiPsikologi adalah ilmu yang luas dan ambisius, dilengkapi oleh biologi pada perbatasannya dengan ilmu alam dan dilengkapi oleh sosiologi dan anthropologi pada perbatasannya dengan ilmu sosial. beberapa kajian ilmu psikologi diantaranya adalah:
Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut..
Psikologi social mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
studi tentang interaksi kelompok, misalnya : kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama, persaingan, konflik;
Psikologi kepribadian
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
Psikologi kognitif
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi , kemampuan bahasa dan emosi.
Psikologi perkembangan
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari perkembangan manusia dan faktor-faktor yang membentuk prilaku seseorang sejak lahir sampai lanjut usia. Psikologi perkembangan berkaitan erat dengan psikologi sosial, karena sebagian besar perkembangan terjadi dalam konteks adanya interaksi sosial. Dan juga berkaitan erat dengan psikologi kepribadian, karena perkembangan individu dapat membentuk kepribadian khas dari individu tersebut..
Psikologi social mempunyai 3 ruang lingkup, yaitu :
studi tentang pengaruh sosial terhadap proses individu, misalnya : studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat)
studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap sosial, perilaku meniru dan lain-lain
studi tentang interaksi kelompok, misalnya : kepemimpinan, komunikasi hubungan kekuasaan, kerjasama, persaingan, konflik;
Psikologi kepribadian
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya, psikologi kepribadian berkaitan erat dengan psikologi perkembangan dan psikologi sosial, karena kepribadian adalah hasil dari perkembangan individu sejak masih kecil dan bagaimana cara individu itu sendiri dalam berinteraksi sosial dengan lingkungannya.
Psikologi kognitif
Adalah bidang studi psikologi yang mempelajari kemampuan kognisi, seperti: Persepsi, proses belajar, kemampuan memori, atensi , kemampuan bahasa dan emosi.
1.3. Metode-MetodeDalam psikologi sosial ada beberapa metode yang dilakukan secara empiris tidak seperti ketika psikologi sosial hanya dipikir dan direnungkan tanpa bukti dan fakt-fakta yang jelas, ada beberapa metode yang dikemukakan oleh beberapa ahli
1.Metode Eksperimen
Wilhem Wundt adalah yang pertama memakai dam mendasarkan metode ini kedalam psikologi sosial secara ilmiah, dalam metode ini ada beberapa syarat yang diajukan oleh Wilhem:
a) kita harus dapat menetukan dengan tepat waktu terjadi gejala yang ingin kita selidiki.
b) kita harus dapat mengikuti langsung gejala yang ingin kita selidiki dari mulanya sampai pada akhirnya, dan kita harus mengamati dengan perhatian yang khusus.
c) tiap-tiap observasi (pengamatan) harus dapat kita ulangi dalam keadaan-keadaan yang sama.
d) kita harus mengubah-ubah dengan sengaja syarat- syarat keadaan eksperimen Maksud metode ini memanglah untuk menimbulkan dengan sengaja suatu gejala guna dapat menyelidiki berlangsungnya dengan persiapan yang cukup dan perhatian yang khusus.
1.Metode Eksperimen
Wilhem Wundt adalah yang pertama memakai dam mendasarkan metode ini kedalam psikologi sosial secara ilmiah, dalam metode ini ada beberapa syarat yang diajukan oleh Wilhem:
a) kita harus dapat menetukan dengan tepat waktu terjadi gejala yang ingin kita selidiki.
b) kita harus dapat mengikuti langsung gejala yang ingin kita selidiki dari mulanya sampai pada akhirnya, dan kita harus mengamati dengan perhatian yang khusus.
c) tiap-tiap observasi (pengamatan) harus dapat kita ulangi dalam keadaan-keadaan yang sama.
d) kita harus mengubah-ubah dengan sengaja syarat- syarat keadaan eksperimen Maksud metode ini memanglah untuk menimbulkan dengan sengaja suatu gejala guna dapat menyelidiki berlangsungnya dengan persiapan yang cukup dan perhatian yang khusus.
2.Metode Survey
Dalam metode ini penyelidik mengumpulkan keterangan- keterangan seluas mungkin mengenai kelompok tertentu yang ingin dia selidiki, kebiasaan survey yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan angket untuk mendapatkan keterangan
3.Metode Diagnotik-Psikis
Dalam mengumpulkan beberapa keterangan biasanay penyelidik tidak melakuakan dengan biasa, kadang perlu dilakukan uji test-test psikolgi yang dapat menggambarkan segi-segi psikologi yang lebih dalam mendapat keterangan.
4.Metode Sosiometri
Morena adalah orang yang berjasa dalam metode ini karena dialah yang menemukannya, yang mana metode ini merupakan metode baru dalam ilmu sosial dan terfokus untuk meneliti “intra-group- relations” atau saling berhubungan antara anggota kelompok di dalam suatukelompok.
Dalam metode ini penyelidik mengumpulkan keterangan- keterangan seluas mungkin mengenai kelompok tertentu yang ingin dia selidiki, kebiasaan survey yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan angket untuk mendapatkan keterangan
3.Metode Diagnotik-Psikis
Dalam mengumpulkan beberapa keterangan biasanay penyelidik tidak melakuakan dengan biasa, kadang perlu dilakukan uji test-test psikolgi yang dapat menggambarkan segi-segi psikologi yang lebih dalam mendapat keterangan.
4.Metode Sosiometri
Morena adalah orang yang berjasa dalam metode ini karena dialah yang menemukannya, yang mana metode ini merupakan metode baru dalam ilmu sosial dan terfokus untuk meneliti “intra-group- relations” atau saling berhubungan antara anggota kelompok di dalam suatukelompok.
1.4.KesimpulanDari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa sangatlah kuat pengaruhnya ilmu sosial dasar terhadap bidang psikologi, tentunya pembangunan karakter seseorang. Satu dengan lainnya memiliki hubungan yang erat dalam pembangunan karakter masing-masing individu sendiri. Dapat dikatakan ilmu sosial dasar sekali lagi sangat berpengaruh besar dalam psikologi tiap tiap individu dalam pembangunan masing-masing karakter.
Psikologi sosial sebagai ilmu yang merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi-situasi sosial, seperti situasi kelompok,situasi massa dan sebagainya termasuk di dalamnya interaksi antara orang dan hasil kebudayanya. Sedangkan metode sosial antara lain :
a) Metode Eksperimen,
b) Metode survey,
c) Metode Observasi,
d) Metode diagnostik – psychis,
e) Metode Sosiometri.
b) Metode survey,
c) Metode Observasi,
d) Metode diagnostik – psychis,
e) Metode Sosiometri.
1.5.DAFTAR PUSTAKA
http://ebookbrowse.com/makalah-pengajaran-nilai-nilai-dalam-pendidikan-ilu-ilmu-sosial-pdf-d337750458
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-6-ilmu-sosial-dasar-dalam-sosiologi/
http://www.anakciremai.com/2009/02/makalah-ilmu-pendidikan-tentang-sistem.html
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-5-ilmu-sosial-dasar-dalam-psikologi/
http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/10/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
http://dienz1305.blogspot.com/2011/12/ilmu-sosial-dasar-dalam-psikologi.html
http://yuanfachrulamanda.wordpress.com/2011/11/08/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang-psikologi/
http://gutti211.blogspot.com/2011/10/ilmu-sosial-dasar-dalam-psikologi.html
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-6-ilmu-sosial-dasar-dalam-sosiologi/
http://www.anakciremai.com/2009/02/makalah-ilmu-pendidikan-tentang-sistem.html
http://dodimaulanaf.wordpress.com/2011/12/01/makalah-5-ilmu-sosial-dasar-dalam-psikologi/
http://fahmiinformatika.blogspot.com/2011/10/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
http://dienz1305.blogspot.com/2011/12/ilmu-sosial-dasar-dalam-psikologi.html
http://yuanfachrulamanda.wordpress.com/2011/11/08/ilmu-sosial-dasar-dalam-bidang-psikologi/
http://gutti211.blogspot.com/2011/10/ilmu-sosial-dasar-dalam-psikologi.html
On 20.45 by Unknown in ISD No comments
Npm: 18112290
Nama: Triesna juhari
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANGAkhir-Akhir ini lapangan di kota-kota besar semakin terlihat sempit, namun pada umumnya tidak dapat di katakana sempit, karena setiap kota-kota besar pasti memiliki banyak lapangan pekerjaan. Tergantung dari keahlian skill masing-masing indifidu dalam dunia kerja, keuletan dan ketekunan dalam bekerja.
Banyak orang mengira bahwa kota-kota besar merupakan lahan dari segala pekerjaan, dari yang berkualitas sampai dapat di katakana hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Semua itu memiliki keterkaitan akan dunia pendidikan di setiap masing-masing daerah. Membangun manusia Indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat merupakan visi besar yang hendak dicapai para pendiri bangsa Indonesia. Salah satu program yang diperlukan adalah pendidikan bermutu yang selaras dengan dunia kerja.
Mengembangkan kurikulum pendidikan agar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha sehingga selaras dengan dunia kerja. Dengan demikian, diharapkan para lulusan dapat segera memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya. Hal ini tidak hanya kurikulum sekolah, namun juga bagi paket belajar untuk pendidikan kesetaraan tingkat SD, SMP, dan SMA, homeschooling, maupun lembaga pelatihan/kursus.
Yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah Kualitas lulusan pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B, Paket B).
Pada jalur non formal, (program pendidikan kesetaraan khususnya kejar paket A,B dan C) hingga kini masih banyak hambatan social masyarakat. Hal ini disebabkan karena orang yang seharusnya mengikuti program pendidikan ini mayoritas berusia di atas 44 tahun, sehingga rata-rata mereka beranggapan, tak ada gunanya melanjutkan ke kesetaraan. Penyebab lainnya karena adanya perasaaan malu di kalangan warga belajar sendiri karena program paket A ini untuk kesetaraan sekolah dasar.
Pada jalur non formal, (program pendidikan kesetaraan khususnya kejar paket A,B dan C) hingga kini masih banyak hambatan social masyarakat. Hal ini disebabkan karena orang yang seharusnya mengikuti program pendidikan ini mayoritas berusia di atas 44 tahun, sehingga rata-rata mereka beranggapan, tak ada gunanya melanjutkan ke kesetaraan. Penyebab lainnya karena adanya perasaaan malu di kalangan warga belajar sendiri karena program paket A ini untuk kesetaraan sekolah dasar.
Meski menyadari adanya hambatan, namun pemerintah tatap menjalankan program ini. Karena hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari pemerintah untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada setiap warga negaranya untuk mengakses pendidikan.
1.2. Rumusan masalah: 1. Apa Pengertian Pendidikan Kesetaraan
2. Macam-macam jenis pendidikan kesetaraan
3. Mutu Pendidikan Kesetaraan untuk Sumber Daya Manusia (SDM)
2. Macam-macam jenis pendidikan kesetaraan
3. Mutu Pendidikan Kesetaraan untuk Sumber Daya Manusia (SDM)
1.3. Tujuan: 1. Untuk lebih mengetahui tentang pendidikan kesetaraan.
2. Mengetahui potensi kerja dari lulusan pendidikan kesetaraan.
3. Mengetahui mutu Pendidikan lulusan kesetaraan.
2. Mengetahui potensi kerja dari lulusan pendidikan kesetaraan.
3. Mengetahui mutu Pendidikan lulusan kesetaraan.
1.4. RangkumanProgram pendidikan kesetaraan, yang selama ini kita kenal, bukan hanya sebagai program tambahan bagi setiap orang yang kurang beruntung dalam dunia pendidikan. Namun program ini merupakan program yang sangat bermanfaat. Dan setiap struktur programnya juga memiliki Standar Kompetensi skill bidang masing-masing.
Paket A, Paket B, Dan Paket C. Memiliki Standar Kompetensi skill bidang kerjanya sendiri-sendiri.
Paket A: Memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
Paket B: Memiliki keterampilan untuk memenuhi tuntutan kerja
Paket C: Memiliki keterampilan berwirausaha
Setiap orang pasti memiliki kemampuannya masing-masing selain di bidang pengetahuan dasar. Jika hanya memiliki salah satu kemampuan di atas, bukan berarti orang tersebut tidak siap dalam dunia kerja, namun mereka sebenarnya memiliki spesialisasi di bidangnya dan belum sempat di kembangkan. Berikut Tujuan dari masing-masing paket:
Paket A, Paket B, Dan Paket C. Memiliki Standar Kompetensi skill bidang kerjanya sendiri-sendiri.
Paket A: Memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
Paket B: Memiliki keterampilan untuk memenuhi tuntutan kerja
Paket C: Memiliki keterampilan berwirausaha
Setiap orang pasti memiliki kemampuannya masing-masing selain di bidang pengetahuan dasar. Jika hanya memiliki salah satu kemampuan di atas, bukan berarti orang tersebut tidak siap dalam dunia kerja, namun mereka sebenarnya memiliki spesialisasi di bidangnya dan belum sempat di kembangkan. Berikut Tujuan dari masing-masing paket:
Paket A: Tujuan Pendidikan Kesetaraan Paket A adalah memperluas akses Pendidikan Dasar sembilan tahun melalui Pendidikan Non Formal program paket A.
Paket B: Tujuan Pendidikan Kesetaraan Paket B adalah memberikan pelayanan pendidikan dasar setara SLTP pada siswa lulus SD atau yang sederajat karena sesuatu hal tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan formal .
Paket C: Tujuan Program Paket C adalah memperluas akses Pendidikan Non Formal Program Paket C setara SMA / MA yang menekankan pada ketrampilan fungsional dan kepribadian profesional.
BAB II
ISI
1.1. Pendidikan KesetaraanPendidikan kesetaraan ini merupakan kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam pendidikan luar sekolah sebagai suatu sub system pendidikan non formal. Yang dimaksud pendidikan non formal adalah “ pendidikan yang teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu mengikuti peraturan-peraturan yang tetap dan ketat”. Dengan adanya batasa pengertian tersebut, rupanya pendidikan non formal tersebut berada antara pendidikan formal dan pendidikan informal.1
Pendidikan Kesetaraan adalah salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal yang meliputi kelompok belajar (kejar) Program Paket A setara SD/MI, Program Paket B setara SMP/MTs, dan Program Paket C setara SMA/MA yang dapat diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM), atau satuan sejenis lainnya.
Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan mengganti.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka salah satu upaya yang ditempuh untuk memperluas akses pendidikan guna mendukung pendidikan sepanjang hayat adalah melalui pendidikan kesetaraan. Pendidikan kesetaraan merupakan program pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum yang mencakup Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMU).2
Pendidikan Kesetaraan adalah salah satu satuan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal yang meliputi kelompok belajar (kejar) Program Paket A setara SD/MI, Program Paket B setara SMP/MTs, dan Program Paket C setara SMA/MA yang dapat diselenggarakan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat kegiatan belajar Masyarakat (PKBM), atau satuan sejenis lainnya.
Dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional menyebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan mengganti.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, maka salah satu upaya yang ditempuh untuk memperluas akses pendidikan guna mendukung pendidikan sepanjang hayat adalah melalui pendidikan kesetaraan. Pendidikan kesetaraan merupakan program pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan umum yang mencakup Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMU).2
1.2. Sasaran Pendidikan Kesetaraan1. Penduduk tiga tahun di atas usia SD/MI ( 13-15) Paket A dan tiga tahun di atas usia
SMP/MTS ( 16 -18 ) Paket B
2. Penduduk usia sekolah yang tergabung dengan komunitas e-lerning,sekolahrumah,sekolah
alternatif,komunitas berfotensi khusus seperti pemusik,atlet,pelukis dll
3. Penduduk usia sekolah yang terkendala masuk jalur formal karena:
a. Ekonomi terbatas
b. Waktu terbatas
c. Geografis ( etnik minoritas,suku terasing)
d. Keyakinan seperti Ponpes
e. Bermasalah,(sosial,hukum)
4. Penduduk usia 15-44 yang belum tuntas wajar Dikas 9 tahun
5. Penduduk usia SMA/MA berminat mengikuti program Paket C
6. Penduduk di atas usia 18 tahun yang berminat mengikuti Program Paket C karena berbagai
alasan
SMP/MTS ( 16 -18 ) Paket B
2. Penduduk usia sekolah yang tergabung dengan komunitas e-lerning,sekolahrumah,sekolah
alternatif,komunitas berfotensi khusus seperti pemusik,atlet,pelukis dll
3. Penduduk usia sekolah yang terkendala masuk jalur formal karena:
a. Ekonomi terbatas
b. Waktu terbatas
c. Geografis ( etnik minoritas,suku terasing)
d. Keyakinan seperti Ponpes
e. Bermasalah,(sosial,hukum)
4. Penduduk usia 15-44 yang belum tuntas wajar Dikas 9 tahun
5. Penduduk usia SMA/MA berminat mengikuti program Paket C
6. Penduduk di atas usia 18 tahun yang berminat mengikuti Program Paket C karena berbagai
alasan
1.3. Kualitas dan Mutu Pendidikan kesetaraan Bagi SDM
Sering dikatakan bahwa guru profesional wajib memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogis, kognitif, personaliti, dan sosial. Ke empat kompetensi ini cara mendapatkannya melalui proses panjang, dimana seorang guru harus selalu belajar dan meningkatkan wawasannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial (politik). Selain terampil mengajar, seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, bijaksana, kreatif dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan dimana dia bertugas.
Kiranya seorang guru pendidikan nonformal (selanjutnya disebut Tutor) hendaknya juga bisa berperilaku seperti guru sekolah formal yang dipaparkan diatas, sehingga program pendidikan kesetaraan yang menjadi bidang kerjanya bisa benar-benar setara dengan pendidikan formal, sehingga lulusannya siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau siap terjun ke dunia kerja untuk bersaing mendapatkan pekerjaan, bahkan siap bekerja secara mandiri. sehingga tidak terlalu salah bila masing-masing tutor perlu dibekali dengan seperangkat pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menunjang :penampilannya”, seperti:
(1) Memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya
(2) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya
(3) Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya melalui berbagai diklat dan
workshop.
Namun, kenyataannya sampai saat ini, masih banyak tutor belum memiliki keterampilan mengajar yang memadai sehingga hasil pembelajarannya tidak tercapai maksimal karena yang menjadi tutor itu banyak yang tidak memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas. Artinya, selama ini yang menjadi tutor itu adalah orang-orang yang mau dan mempunyai kepedulian untuk berbagai ilmu kepada sesamanya yang karena sesuatu hal tidak sempat menikmati pendidikan formal. Kemudian, di lapangan masih banyak tutor yang berlatar belakang guru sehingga menggunakan metode mengajar yang monoton seperti ketika mereka mengajar di sekolah, terlepas anak didiknya suka atau tidak suka, cocok atau tidak dengan metode tersebut. Konsekuensinya, muncul kultur sekolah yang cenderung bersifat otoriter. Kultur pembelajaran yang tidak dialogis partisipatif, hal ini menyebabkan proses belajar mengajar menjadi statis serta membelenggu keberanian bertanya untuk memuaskan rasa “keingintahuan”, kepercayaan diri, kreativitas, dan kebebasan berfikir di kalangan peserta didik. Padahal karakteristik pendidikan formal itu tidak sama dengan pendidikan nonformal yang diantaranya sangat dipengaruhi oleh usia, pengalaman hidup, pendidikan sebelumnya, pekerjaan, pergaulan kesehariannya, latar belakang sosial ekonomi peserta didik serta motivasi dalam mengikuti program pendidikan nonformal (khususnya pendidikan kesetaraan).
Untuk itulah upaya penumbuhan profesionalisme tutor merupakan suatu keniscayaan untuk mewujudkan program pendidikan kesetaraan yang ’ideal’ sebagai salah satu program unggulan pendidikan nonformal.
Kiranya seorang guru pendidikan nonformal (selanjutnya disebut Tutor) hendaknya juga bisa berperilaku seperti guru sekolah formal yang dipaparkan diatas, sehingga program pendidikan kesetaraan yang menjadi bidang kerjanya bisa benar-benar setara dengan pendidikan formal, sehingga lulusannya siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau siap terjun ke dunia kerja untuk bersaing mendapatkan pekerjaan, bahkan siap bekerja secara mandiri. sehingga tidak terlalu salah bila masing-masing tutor perlu dibekali dengan seperangkat pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menunjang :penampilannya”, seperti:
(1) Memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya
(2) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya
(3) Memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesinya melalui berbagai diklat dan
workshop.
Namun, kenyataannya sampai saat ini, masih banyak tutor belum memiliki keterampilan mengajar yang memadai sehingga hasil pembelajarannya tidak tercapai maksimal karena yang menjadi tutor itu banyak yang tidak memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas. Artinya, selama ini yang menjadi tutor itu adalah orang-orang yang mau dan mempunyai kepedulian untuk berbagai ilmu kepada sesamanya yang karena sesuatu hal tidak sempat menikmati pendidikan formal. Kemudian, di lapangan masih banyak tutor yang berlatar belakang guru sehingga menggunakan metode mengajar yang monoton seperti ketika mereka mengajar di sekolah, terlepas anak didiknya suka atau tidak suka, cocok atau tidak dengan metode tersebut. Konsekuensinya, muncul kultur sekolah yang cenderung bersifat otoriter. Kultur pembelajaran yang tidak dialogis partisipatif, hal ini menyebabkan proses belajar mengajar menjadi statis serta membelenggu keberanian bertanya untuk memuaskan rasa “keingintahuan”, kepercayaan diri, kreativitas, dan kebebasan berfikir di kalangan peserta didik. Padahal karakteristik pendidikan formal itu tidak sama dengan pendidikan nonformal yang diantaranya sangat dipengaruhi oleh usia, pengalaman hidup, pendidikan sebelumnya, pekerjaan, pergaulan kesehariannya, latar belakang sosial ekonomi peserta didik serta motivasi dalam mengikuti program pendidikan nonformal (khususnya pendidikan kesetaraan).
Untuk itulah upaya penumbuhan profesionalisme tutor merupakan suatu keniscayaan untuk mewujudkan program pendidikan kesetaraan yang ’ideal’ sebagai salah satu program unggulan pendidikan nonformal.
BAB II
1.1.KesimpulanSetiap Program pendidikan yang pada dasarnya di laksanakan oleh pemerintah adalah semata-mata untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di era globalisasi yang ada pada saat ini, semua itu di lakukan dengan cara bertahap, dan dapat di lakukan oleh orang yang tidak mampu, ataupun yang kurang beruntung dalam dunia pendidikan.
banyak sekali program pemerintah bagi orang kurang mampu seperti salah satunya adalah pendidikan kesetaraan.
Namun yang terjadi adalah, setiap pendidikan kesetaraan pada saat ini masih kurang efisien bagi setiap pelajar yang mengikuti pendidikan kesetaraan, dikarenakan masih adanya kekurangan-kekurangan seperti tenaga pengajar yang kompeten, dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya artikel ini, setiap pembaca menjadi mawas diri karena telah beruntung mendapatkan pendidikan yang semestinya di era globalisasi ini.
1.2.DAFTAR PUSTAKA
http://suaraguru.wordpress.com/2010/04/29/mutu-lulusan-pendidikan-dan-dunia-kerja/
banyak sekali program pemerintah bagi orang kurang mampu seperti salah satunya adalah pendidikan kesetaraan.
Namun yang terjadi adalah, setiap pendidikan kesetaraan pada saat ini masih kurang efisien bagi setiap pelajar yang mengikuti pendidikan kesetaraan, dikarenakan masih adanya kekurangan-kekurangan seperti tenaga pengajar yang kompeten, dan lain-lain. Diharapkan dengan adanya artikel ini, setiap pembaca menjadi mawas diri karena telah beruntung mendapatkan pendidikan yang semestinya di era globalisasi ini.
1.2.DAFTAR PUSTAKA
http://suaraguru.wordpress.com/2010/04/29/mutu-lulusan-pendidikan-dan-dunia-kerja/
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
Categories
Recent Posts
Sample Text
Blog Archive
- Februari (1)
- Oktober (1)
- Februari (1)
- Januari (3)
- Desember (4)
- November (4)
- Oktober (4)
- Mei (12)
- April (1)
- Maret (3)
- Januari (1)
- November (14)
- Oktober (2)
- September (1)
- Juli (1)
- Juni (1)
- Mei (1)
- Maret (3)
- Januari (3)
- Desember (5)
- November (4)
- September (2)
- Februari (2)
- Juli (1)
- Februari (2)
- Oktober (1)
- Juli (8)
- April (2)
- Maret (2)
- Agustus (1)






